
Berkata Jean-Paul Sartre, seorang filasuf Marxisme ;
"Saya tidak punya agama, tetapi jika saya memilih (untuk beragama), (agama itu) adalah agama (yang diikuti) Shariati".
Sebenarnya m
emang sudah lama aku memasang niat untuk menelaah tulisan-tulisan Shariati.Cuma kondisi yang macet dan sesak memaksa aku pendam sekejap niat.Libur Eid al-Adha yang pada awalnya aku merancang untuk menghabiskan Taxi (Khaled al-Khamissi) dan Karnak Cafe (Naguib Mahfouz) sikit pun tidak tersentuh.Terpaksa korbankan keduanya!.
Karya The Hajj, aku kira adalah salah satu karya terpenting dari berbagai lagi karya Shariati yang lain seperti Fatima is Fatima, Religion versus Religion dan lain-lain.
Ya.Ali Shariati merupakan seorang yang bermazhab Imam Dua Belas.Aqil Fitri, kenalan FB juga berpesan agar disaringkan pengaruh-pengaruh Syi'ah yang terdapat dalam buku-bukunya.Dan benar, memang ternyata terdapat pengaruh ahlulbait dalam tulisan tersebut.Namun aku sedikit pun tak mau mengekang fi
krah hanya semata-mata berbeda mazhab.
Sebenarnya sengaja aku mahu membaca 'Hajj' ketika cuti Eid al-Adha.Supaya lebih bernafsu.Lebih ghairah.Sungguh, supaya Eid al-Adha tidak hanya kenyang makan daging korban!
Buku ini merupakan huraian falsafah dan makna haji dari pandangan Ali Shariati berdasarkan pengalamannya yang telah menjejak kaki ke sana sebanyak tiga kali.
Haji ertinya apa? Pada dasarnya, Haji adalah evolusi manusia menuju Allah. Ini adalah demonstrasi simbolis dari falsafah penciptaan Adam. Untuk lebih menggambarkan hal ini, maka dapat dinyatakan bahwa mengerjakan Haji adalah menunjukkan secara simultan dari banyak hal; ini adalah 'menunjukkan penciptaan', 'pertunjukan sejarah', 'persembahan kesatuan', 'gambaran dari ideologi Islam' dan menunjukkan umat.
Kondisi berikut berlaku di pertunjukan ini. Allah (Tuhan) adalah pengurus panggung. Tema yang digambarkan adalah tindakan orang yang terlibat. Adam, Ibrahim, Hajar, dan syaitan adalah karakter utama. Layar adalah Masjid al-Haram, daerah Haram, Arafah, Mashar dan Mina.Simbol penting adalah Ka'bah, Safa, Marwa, siang, malam, sinar matahari, matahari terbenam, berhala dan ritual pengorbanan. Pakaian dan make up adalah ihram.Terakhir, teraju utama dalam 'pertunjukan' ini hanya satu; dan itu adalah KITA!
Melalui buku ini, Ali Shari’ati juga akan memberitahu kita tentang siapa saja kepalsuan yang ternyata menjadi sahabat, kekasih dan pembela kita, yang harus kita waspadai dan kita bongkar topeng-topeng kemunafikannya. Mulai dari penafsiran makna ritual miqat, ka’bah, tawaf, sa’i, Arafah, Mina, hingga makna ritual qurban, eidul adha, maka Ali Shari’ati, dengan bahasa yang khas memberikan pemahaman yang begitu komprehensif bagi kita tentang makna haji.
"Saya tidak punya agama, tetapi jika saya memilih (untuk beragama), (agama itu) adalah agama (yang diikuti) Shariati".
Sebenarnya m
emang sudah lama aku memasang niat untuk menelaah tulisan-tulisan Shariati.Cuma kondisi yang macet dan sesak memaksa aku pendam sekejap niat.Libur Eid al-Adha yang pada awalnya aku merancang untuk menghabiskan Taxi (Khaled al-Khamissi) dan Karnak Cafe (Naguib Mahfouz) sikit pun tidak tersentuh.Terpaksa korbankan keduanya!.Karya The Hajj, aku kira adalah salah satu karya terpenting dari berbagai lagi karya Shariati yang lain seperti Fatima is Fatima, Religion versus Religion dan lain-lain.
Ya.Ali Shariati merupakan seorang yang bermazhab Imam Dua Belas.Aqil Fitri, kenalan FB juga berpesan agar disaringkan pengaruh-pengaruh Syi'ah yang terdapat dalam buku-bukunya.Dan benar, memang ternyata terdapat pengaruh ahlulbait dalam tulisan tersebut.Namun aku sedikit pun tak mau mengekang fi
krah hanya semata-mata berbeda mazhab.Sebenarnya sengaja aku mahu membaca 'Hajj' ketika cuti Eid al-Adha.Supaya lebih bernafsu.Lebih ghairah.Sungguh, supaya Eid al-Adha tidak hanya kenyang makan daging korban!
Buku ini merupakan huraian falsafah dan makna haji dari pandangan Ali Shariati berdasarkan pengalamannya yang telah menjejak kaki ke sana sebanyak tiga kali.
Haji ertinya apa? Pada dasarnya, Haji adalah evolusi manusia menuju Allah. Ini adalah demonstrasi simbolis dari falsafah penciptaan Adam. Untuk lebih menggambarkan hal ini, maka dapat dinyatakan bahwa mengerjakan Haji adalah menunjukkan secara simultan dari banyak hal; ini adalah 'menunjukkan penciptaan', 'pertunjukan sejarah', 'persembahan kesatuan', 'gambaran dari ideologi Islam' dan menunjukkan umat.
Kondisi berikut berlaku di pertunjukan ini. Allah (Tuhan) adalah pengurus panggung. Tema yang digambarkan adalah tindakan orang yang terlibat. Adam, Ibrahim, Hajar, dan syaitan adalah karakter utama. Layar adalah Masjid al-Haram, daerah Haram, Arafah, Mashar dan Mina.Simbol penting adalah Ka'bah, Safa, Marwa, siang, malam, sinar matahari, matahari terbenam, berhala dan ritual pengorbanan. Pakaian dan make up adalah ihram.Terakhir, teraju utama dalam 'pertunjukan' ini hanya satu; dan itu adalah KITA!
Melalui buku ini, Ali Shari’ati juga akan memberitahu kita tentang siapa saja kepalsuan yang ternyata menjadi sahabat, kekasih dan pembela kita, yang harus kita waspadai dan kita bongkar topeng-topeng kemunafikannya. Mulai dari penafsiran makna ritual miqat, ka’bah, tawaf, sa’i, Arafah, Mina, hingga makna ritual qurban, eidul adha, maka Ali Shari’ati, dengan bahasa yang khas memberikan pemahaman yang begitu komprehensif bagi kita tentang makna haji.
Memahami makna haji, dalam konteks ini membutuhkan pemahaman secara khusus dengan sejarah Nabi Ibrahim dan ajarannya, kerana praktik-praktik ritual ibadah ini memiliki keterkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang dialami Nabi Ibrahim a.s. bersama keluarga baginda.
p/s : aku tidak turun ke haiyu 'asyir pada hari raya pertama kerana diarrhea.



